Sabtu, 20 Maret 2010

Mengapa Masjid Al Aqsa Menjadi Sasaran untuk Dihancurkan?

KOTA Jerussalem, tempat Masjid Al Aqsa berada, adalah kota yang amat dihormati oleh penganut tiga agama samawi, Islam, Kristen, dan Yahudi. Bagi umat Islam, Masjid Al Aqsa adalah kiblat pertama dan tempat Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan mikraj ke langit. Di sini pulalah, sejumlah nabi dimakamkan.

Alquran dalam ayat pertama surat Al Isra menyatakan bahwa Allah telah memberkati sekitar masjid ini. Mikraj Nabi atau perjalanan beliau ke langit yang dimulai dari masjid ini merupakan peristiwa yang paling bersejarah bagi umat Islam.

Itulah mengapa Masjid Al Aqsa mempunyai arti yang sangat penting bagi umat Islam. Tidak jelas, kapan dan oleh siapa masjid ini didirikan. Namun, satu riwayat menyebut, Nabi Adam AS lah yang pertama kali membangun masjid ini. Seiring perjalanan waktu, bangunan ini roboh.

Beberapa abad kemudian, Nabi Daud membangunnya kembali. Nabi Sulaiman akhirnya menyempurnakan lagi masjid itu. Ada juga yang menyatakan, masjid ini dibangun oleh Nabi Yakub sekitar 40 tahun setelah kakeknya yakni Nabi Ibrahim mendirikan Kakbah di Makkah.

Tahun 638 M, beberapa tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, Khalifah Umar bin Khattab untuk pertama kalinya melakukan pengembangan Masjid Al Aqsa. Pengembangan ini berlanjut hingga masa kepemimpinan Al-Walid (705 M) yang meliputi kubah masjid dan bangunan di sekelilingnya. Sejak saat itu, renovasi bangunan masjid terus dilakukan, tanpa mengubah bentuk dasar bangunan yang telah berusia sekitar 13 abad.

Terdapat perbedaan pendapat dari para ulama mengenai asal usul nama Masjid Al Aqsa. Sebagian ulama berpendapat masjid ini disebut aqsa (jauh) karena letaknya cukup jauh dari Masjidil Haram di Makkah. Saat itu jarak kedua masjid tersebut 40 malam perjalanan dengan mengendarai unta. Ada pula yang berpendapat masjid ini disebut aqsa karena bebas dari kotoran, tempat turun malaikat dan wahyu serta kiblat para nabi sebelum Rasulullah SAW. Hal ini dibenarkan oleh Ibn Khaldun yang menyatakan masjid itu merupakan tempat para nabi beribadah. Tidak ada satu jengkal pun tanah di areal masjid itu yang tidak dipakai para nabi dan malaikat guna melaksanakan ibadah.

Bentuk asli bangunannya berupa serambi kiblat, tidak memiliki lapangan di tengah, sebagaimana masjid pada umumnya. Walaupun telah beberapa kali mengalami renovasi maupun perbaikan besar-besaran, utamanya setelah gempa besar tahun 1916, namun bentuk bangunan asli tetap dipertahankan.

Ekspansi

Menurut Mujiruddin Al Hanbaly (dalam bukunya yang berjudul Al Uns al Jalil) masjid ini meliputi seluruh wilayah yang berada di dalam pekarangan Al Aqsa. Termasuk di dalamnya adalah tembok di sebelah barat, tembok Buraq (Tembok Ratap), dan Ribat al Kurd. Seluruh pintu gerbang di sisi barat tembok seperti gerbang Maghareba dan seluruh bangunan yang berada di tembok barat seperti Sekolah Tankziye juga menjadi bagian Masjid Al Aqsa. Demikian pula dengan pekarangan berpasir, Kubah Batu (Qubbah ash Shahra), masjid di bagian depan, bangunan di bawah Al Aqsa yang disebut dengan "Aqsha Tua", dan masjid Marwani di bagian arah timur. Semua itu bagian dari Masjid Al Aqsa.

Namun, kaum Yahudi mempunyai pandangan sendiri menyangkut Masjid Al Aqsa. Mereka percaya bahwa di salah satu dinding pada masjid ini dibuat dari tempat ibadah (haekal) Nabi Sulaiman AS. Inilah yang mereka jadikan alasan untuk terus-menerus berupaya menghancurkannya.

Kuil Sulaiman diyakini sebagai tempat ibadah Bani Israil yang dibangun tahun 960 SM oleh Nabi Sulaiman. Akan tetapi, 370 tahun setelah itu tempat ibadah ini dihancurkan oleh bangsa Babilonia yang melakukan ekspansi ke sana. Menyusul kekalahan bangsa Babilonia dari tentara Persia yang dipimpin oleh Cyrus, Kuil Sulaiman kembali dibangun. Tahun 70 Masehi, tentara Romawi menyerang kota Jerussalem dan meratakan tempat ibadah umat Yahudi tersebut dengan tanah.

Sekitar satu abad yang lalu ketika paham zionisme mulai muncul, para pendukung zionisme mengklaim Masjid Al Aqsa dibangun di atas lokasi Kuil Sulaiman. Setelah terbentuknya rezim Zionis Israel di negeri Palestina tahun 1948 yang disusul dengan pendudukan atas kota Jerussalem tahun 1967, kaum Zionis semakin gencar melakukan upaya perusakan Masjid Al Aqsa untuk mendirikan Kuil Sulaiman di lokasi itu. Sejak menduduki Jerussalem tahun 1967, orang-orang Zionis telah berkali-kali melakukan upaya penghancuran. Salah satunya adalah pembakaran masjid ini tahun 1969. Untuk mencegah kemarahan umat Islam sedunia dan kutukan masyarakat internasional, rezim Zionis mengesankan bahwa aksi pembakaran dilakukan oleh seorang Yahudi ekstrim. Orang yang dituduh sebagai pelaku pembakaran itu dibebaskan setelah melalui proses persidangan yang direkayasa.

Setelah peristiwa itu, rezim Zionis Israel sering mengungkapkan adanya kelompok-kelompok Yahudi ekstrim yang berusaha menghancurkan Masjidul Aqsa. Mereka berulang kali menyerang masjid ini. Pernah juga mereka mengalirkan air di sepanjang galian di bawah masjid untuk menggoyahkan pondasinya.

Akibatnya, dinding-dinding masjid retak dan menurut para pengamat, dengan gempa yang relatif kecil pun kemungkinan masjid yang memiliki nilai kesucian dan sejarah tinggi ini akan roboh. Perusakan dengan cara ini diharapkan dapat meredam kemarahan umat Islam. Upaya penghancuran juga dilakukan dengan berbagai cara lainnya. Di antaranya melarang warga Palestina memasuki masjid itu, Judaisasi kota Jerussalem, pengusiran umat Islam dari kota ini, pembangunan dinding pemisah di kota ini dan pelarangan untuk merenovasi masjid.

Aksi perusakan terus berjalan, dan kini tindakan perusakan yang dilakukan secara langsung oleh kelompok-kelompok Zionis esktrim telah sampai di tahap yang sangat berbahaya. (Acik,Sari-Pusdok SM-14v)

Kronologi upaya penghancuran dalam dua tahun terakhir

9 Mei 2005

Bentrokan antara warga Palestina dan Israel terjadi di sekitar kompleks masjid, karena warga Palestina dilarang memasuki tempat suci itu. Sebanyak tujuh orang terluka.

26 April 2005

Syekh Oakrama Sabri, seorang mufti dari Jerusalem, menyerukan negara-negara muslim untuk memikul tanggung jawab melindungi Masjid Al-Aqsa.

10 April 2005

Ribuan kaum ekstremis Yahudi yang mengatasnamakan dirinya "Revava" mencoba menduduki kompleks masjid, namun aparat keamanan Israel berhasil menggagalkan upaya mereka.

8 April 2005

Kelompok militan Palestina mengancam akan melakukan serangan-serangan terhadap Israel apabila kelompok Yahudi memasuki Masjid Al Aqsa di Jerusalem.

7 Agustus 2004

Seorang warga Yahudi berusaha menyerang masjid Al Aqsa dalam sebuah acara pentas anak-anak Al Aqsa.

27 Juli 2004

Dalam peringatan yang disebut ìKhorob haikalî, sejumlah kelompok Yahudi berusaha menyerang masjid Al Aqsa dan ribuan dari mereka bergerombol di halaman Al-Barraq.

6 Juli 2004

Yahudi ekstrim menyerang masjid Al Aqsa dan melakukan kekerasan terhadap salah satu penjaganya

30 Juni 2004

Polisi Israel menyerang masjid Al Aqsa dan melarang aktivitas pembangunan di mushallah Marwani.

21 Mei 2004

Polisi Israel mengubah masjid Al Aqsa menjadi kamp militer dan melarang mereka yang berusia di bawah 45 tahun masuk masjid tersebut.

8 April 2004

Selama dua hari warga pemukiman Israel menyerang masjid Al Aqsa dan melakukan ritual agama

2 April 2004

Tentara Israel menyerang masjid Al Aqsa saat dilakukan shalat Jumat. 45 jamaah menderita luka dan 15 lainnya ditangkap.

31 Maret 2004

Para pemukim Yahudi menyita paksa dua gedung di kampung Salwan dekat masjid Al-Aqsa untuk semakin memperketat blokade dan yahudisasi masjid tersebut.

18 Maret 2004

Dinas Perkebunan Israel menghancurkan sebagian pagar kuburan Ar-Rahmah dekat masjid Al Aqsa yang meliputi kuburan sahabat Nabi SAW, tabiin, ulama terkenal terdahulu.

2 Maret 2004

Organisasi Ekstrim Penjaga Haikal menuntut kepada Mahkamah Tinggi Israel untuk mengeluarkan keputusan melarang pembangunan yang dilakukan oleh departemen wakaf Islam di Al-Quds.

27 Februari 2004

Tentara Israel menyerang Masjid Al Aqsa pada saat shalat Jumat yang mengakibatkan 24 orang warga Palestina terluka, di antaranya perempuan.

15 Februari 2004

Sebagian halaman masjid Al Aqsa sejauh 100 meter ke salah satu pintu barat masjid longsor akibat terowongan yang digali Israel.

13 Februari 2004

Polisi Israel melakukan blokade ketat di kota Al-Quds dan melarang warga Palestina untuk shalat Jumat di masjid.

9 Februari 2004

Sekelompok Yahudi ekstrim melakukan penghancuran tiang-tiang marmer bersejarah (masa-masa pertama Islam) dekat museum Islam di dalam halaman masjid.

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/harian/0505/17/int2.htm
Continue Reading »

Jumat, 19 Maret 2010

Masjid Kristal Crystal Masjid /, Kuala Trengganu Malaysia


Masjid Kristal Masjid Kristal


Crystal Mosque Masjid Kristal
Say What...

Shine... Shine ...

Crystal Light Crystal Light
The Crystal Mosque or Masjid Kristal is a mosque in Kuala Terengganu, Terengganu, Malaysia. Masjid Kristal atau Masjid Kristal sebuah masjid di Kuala Terengganu, Terengganu, Malaysia. The mosque is located at Islamic Heritage Park on the island of Wan Man. Masjid ini terletak di Islamic Heritage Park di Pulau Wan Man. The mosque was constructed between 2006 and 2008. Masjid tersebut dibangun antara tahun 2006 dan 2008. It was officially opened on 8 February 2008 by 13th Yang di-Pertuan Agong, Sultan Mizan Zainal Abidin of Terengganu. Secara resmi dibuka pada tanggal 8 Februari 2008 oleh 13 Yang di-Pertuan Agong, Sultan Mizan Zainal Abidin dari Terengganu.
However, in a newspaper report of Bernama, on October 26th 2008, the Minister in the Prime Minister's Department Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi commented on this building having Chinese characteristics and called on the people to not be cynical about these types of mosques and focus more on the teachings of Islam. Namun, dalam sebuah laporan surat kabar Bernama, pada bulan Oktober 2008 26, Menteri dalam Departemen Perdana Menteri Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi mengomentari gedung ini memiliki karakteristik Cina dan menyerukan kepada orang-orang untuk tidak bersikap sinis tentang jenis masjid dan fokus lebih lanjut tentang ajaran Islam. He said this because of concern on the Malay people not wanting to share mosque characteristics with the Muslim-Chinese people. Ia mengatakan ini karena keprihatinan terhadap orang-orang Melayu tidak ingin berbagi karakteristik masjid dengan orang-orang Muslim-Cina.
Continue Reading »

Kamis, 18 Maret 2010

Masjid Agung Semarang - DKI Masjid Agung Tengah, Semarang Indonesia

Grand Mosque in Semarang Masjid Agung di Semarang
Evening View Evening Lihat
From Top Dari Top
Hydrolic Umbrella... Hidrolik Payung ...
Nice Colour proportion Nice Warna proporsi
Lights is always awsome in the night Lampu selalu awsome di malam hari
Lets go Inside to The Semarang Grand Mosque Mari kita pergi Inside ke Masjid Agung Semarang
Great Mosque or Masjid Agung Semarang Central Java is a mosque located in the city of Semarang, Central Java province, Indonesia. Masjid Agung atau Masjid Agung Semarang Jawa Tengah adalah sebuah masjid yang terletak di kota Semarang, provinsi Jawa Tengah, Indonesia.
This mosque was built in 2001 until 2006. Mesjid ini dibangun pada tahun 2001 sampai tahun 2006. This mosque stands on 10 hectares of land. Masjid ini berdiri di lahan seluas 10 hektar. Grand Mosque was inaugurated by Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono on November 14, 2006. Masjid Agung diresmikan oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 14 November 2006.
Continue Reading »

Rabu, 17 Maret 2010

Al-Masjid al-Haram, Masjidil Haram, Masjid Suci, Mekah Arab Saudi

Masjid al-Haram Masjid Al-Haram
Isya In Masjidil Haram Isya Di Masjidil Haram
amazing interior menakjubkan interior
Next Model of Masjidil Haram Berikutnya Model Masjidil Haram
Al-Masjid al-Ḥarām (Arabic: المسجد الحرام‎, pronounced [ʔælˈmæsdʒɪd ælħɑˈrɑːm], “The Sacred Mosque”) is the largest mosque in the world. Al-Masjid al-Haram (bahasa Arab: المسجد الحرام, diucapkan [ʔælmæsdʒɪd ælħɑrɑ ː m], "Masjid Suci") adalah masjid terbesar di dunia. Located in the city of Mecca, it surrounds the Kaaba, the place which Muslims turn towards while offering daily prayers and is Islams holiest place. Terletak di kota Mekah, itu mengelilingi Ka'bah, tempat yang Muslim tobat sambil menawarkan doa-doa sehari-hari dan merupakan tempat Islams suci. The mosque is also known as the Grand Mosque . Masjid ini juga dikenal sebagai Masjid Agung.
The current structure covers an area of 400,800 square metres (99.0 acres) including the outdoor and indoor praying spaces and can accommodate up to four million worshippers during the Hajj period, one of the largest annual gatherings of people in the world. Struktur saat ini mencakup area seluas 400.800 meter persegi (99,0 hektar) termasuk ruang berdoa outdoor dan indoor dan dapat menampung sampai dengan empat juta jamaah selama periode haji, salah satu pertemuan tahunan terbesar orang-orang di dunia.
Islamic tradition holds that the Mosque was first built by the angels before the creation of mankind, when God ordained a place of worship on Earth to reflect the house in heaven called al-Baytu l-Maˤmur (Arabic: البيت المعمور, “The Worship Place of Angels”). tradisi Islam menyatakan bahwa Masjid pertama kali dibangun oleh para malaikat sebelum penciptaan manusia, ketika Allah ditahbiskan sebagai tempat ibadah di Bumi untuk mencerminkan rumah di surga disebut al-Baytu l-Ma ˤ mur (bahasa Arab: البيت المعمور, "Tempat Ibadah The of Angels "). From time to time, the Mosque was destroyed and rebuilt anew. Dari waktu ke waktu, Masjid hancur dan dibangun kembali baru. According to Islamic belief it was built by Ibrahim (Abraham), with the help of his son Ishmael. Menurut keyakinan Islam itu dibangun oleh Ibrahim (Abraham), dengan bantuan anaknya Ismail. They were ordered by Allah to build the mosque, and the Kaaba. Mereka diperintahkan oleh Allah untuk membangun masjid, dan Ka'bah. The Black Stone is situated near the eastern corner of the Kaaba. Batu Hitam terletak di dekat sudut timur Ka'bah. Some believe it is to start the circumambulation around the Kaaba, while some believe it to be the only remnant of the original structure made by Abraham. Beberapa percaya ini untuk memulai pradaksina di sekitar Ka'bah, sementara beberapa orang percaya hal itu terjadi hanya sisa-sisa struktur asli yang dibuat oleh Abraham. The Kaaba is the direction for all the Muslims to pray across the globe thus signifying unity among all. Ka'bah adalah arah untuk semua umat Islam untuk berdoa di seluruh dunia sehingga menandakan kesatuan di antara semua. The Islamic teaching specifically mentions that nothing is magical about the Grand Mosque except for the oasis Zamzam which has never dried ever since it was revealed. Ajaran Islam secara khusus menyebutkan bahwa tidak ada yang ajaib tentang Masjidil Haram kecuali untuk Zamzam oasis yang tidak pernah kering sejak itu diturunkan.
And when We assigned to Abraham the place of the House ( Kaaba ), saying: Do not associate with Me aught, and purify My House for those who make the circuit and stand to pray and bow and prostrate themselves. Dan apabila Kami ditugaskan untuk Ibrahim tempat Rumah (Ka'bah), mengatakan: Jangan bergaul dengan Aku yang ada, dan menyucikan Rumah-Ku bagi mereka yang membuat sirkuit dan berdiri untuk berdoa dan menundukkan dan sujud.
Qur'an, [Qur'an 22:26] - Qur'an, [Qur'an 22:26]
And when We made the House a resort for men and a place of security. Dan ketika Kami menjadikan Rumah resor untuk pria dan tempat yang aman. And: Take ye the place of Abraham for a place of prayer. Dan: Ambil kamu tempat Abraham untuk tempat berdoa. And We enjoined Abraham and Ishmael, saying: Purify my house for those who visit it and those who abide in it for devotion and those who bow down and those who prostrate themselves. Dan Kami perintahkan Ibrahim dan Ismail, berkata: Bersihkan rumah saya bagi mereka yang berkunjung dan orang-orang yang tinggal di dalamnya untuk pengabdian dan orang-orang yang sujud dan orang-orang yang sujud.
Qur'an, [Qur'an 2:125] - Qur'an, [Qur'an 2:125]
And when Abraham and Ishmael raised the foundations of the House ( Kaaba ): Our Lord! Dan ketika Ibrahim dan Ismail mengangkat pondasi Rumah (Ka'bah): Ya Tuhan kami! accept from us; surely Thou art the Hearing, the Knowing. menerima dari kami; sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Mengetahui.
Qur'an, [Qur'an 2:127] - Qur'an, [Qur'an 2:127]
Muslim belief places the story of Ishmael and his mother's search for water in the general vicinity of the mosque. keyakinan Muslim tempat kisah Ismail dan mencari ibunya untuk air di sekitar masjid umum. In the story, Hagar runs between the hills of Safa and Marwah looking for water for her son, until God eventually reveals to her the Zamzam Well, from where water continues to flow non-stop to this day. Dalam cerita, Hagar berjalan antara bukit Safa dan Marwah mencari air untuk anaknya, sampai Tuhan akhirnya mengungkapkan kepada dia Zamzam Nah, dari mana air terus mengalir tanpa henti sampai hari ini.
After the Hijra, upon Muhammed's victorious return to Mecca, the people of Mecca themselves removed all the idols in and around the Kaaba and cleansed it. Setelah Hijrah, setelah kembali menang Muhammad ke Mekah, masyarakat Mekah sendiri dihapus semua berhala di dalam dan sekitar Ka'bah dan dibersihkan itu. This began the Islamic rule over the Kaaba, and the building of a mosque around it. Ini mulai aturan Islam atas Ka'bah, dan pembangunan sebuah masjid di sekitarnya.
The first major renovation to the Mosque took place in 692. Renovasi besar pertama Masjid terjadi di 692. Before this renovation, which included the mosque's outer walls been risen and decoration to the ceiling, the Mosque was a small open area with the Kaaba at the centre. Sebelum ini renovasi, termasuk dinding luar masjid sudah bangkit dan dekorasi ke langit-langit, Masjid adalah daerah terbuka kecil dengan Ka'bah di pusat. By the end of the 700s, the Mosque's old wooden columns had been replaced with marble columns and the wings of the prayer hall had been extended on both sides along with the addition of a minaret. Pada akhir thn 700, kolom tua masjid kayu telah diganti dengan kolom marmer dan sayap ruang doa telah diperpanjang pada kedua belah pihak bersama dengan penambahan menara. The spread of Islam in the Middle East and the influx of pilgrims required an almost complete rebuilding of the site which came to include more marble and three further minarets. Penyebaran Islam di Timur Tengah dan masuknya peziarah diperlukan suatu pembangunan kembali hampir lengkap dari situs yang datang untuk memasukkan marmer lebih dan tiga menara lebih lanjut.
In 1399, the Mosque caught fire and what was not destroyed in the fire (very little) was damaged by unseasonable heavy rain. Pada 1399, Masjid terbakar dan apa yang tidak hancur dalam api (sangat sedikit) mengalami kerusakan akibat hujan deras yg tak sesuai dgn musim. Again the mosque was rebuilt over six years using marble and wood sourced from nearby mountains in the Hejaz region of current day Saudi Arabia. Sekali lagi masjid ini dibangun kembali selama enam tahun dengan menggunakan marmer dan kayu yang bersumber dari gunung terdekat di daerah Hejaz hari saat ini Arab Saudi. When the mosque was renovated again in 1570 by Sultan Selim II's private architect it resulted in the replacement of the flat roof with domes decorated with calligraphy internally and the placement of new support columns. Ketika masjid tersebut direnovasi kembali pada 1570 oleh arsitek swasta Sultan Selim II itu mengakibatkan penggantian atap datar dengan kubah dihiasi dengan kaligrafi internal dan penempatan kolom dukungan baru. These features (still present at the Mosque) are the oldest surviving parts of the building and in fact older than the Kaaba itself (discounting the black stone itself) which is currently in its fourth incarnation made in 1629. Fitur-fitur ini (masih hadir di Masjid) adalah bagian tertua dari bangunan dan bahkan lebih tua dari Ka'bah itu sendiri (mendiskontokan batu hitam itu sendiri) yang saat ini dalam inkarnasi keempat yang dibuat tahun 1629. The Saudi government acknowledges 1570 as the earliest date for architectural features of the present Mosque. Pemerintah Saudi mengakui 1570 sebagai tanggal awal untuk fitur arsitektur dari Masjid ini.
Following further damaging rain in the 1620s, the Mosque was renovated yet again: a new stone arcade was added, three more minarets were built and the marble flooring was retiled. Setelah hujan merusak lebih lanjut di tahun 1620, Masjid direnovasi lagi: sebuah arcade batu baru telah ditambahkan, tiga menara dibangun dan lantai marmer itu retiled. This was the unaltered state of the Mosque for nearly three centuries. Ini adalah keadaan tak berubah dari Masjid selama hampir tiga abad.
Continue Reading »

Senin, 15 Maret 2010

Masjid Islamic Center Samarinda, Indonesia Samarinda

Masjid Islamic Center Samarinda adalah masjid yang terletak di Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, yang merupakan masjid paling megah dan terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal. In the foreground of the Mahakam river banks, this mosque has a tower and a large dome that stands upright. Di latar depan bank sungai Mahakam, masjid ini memiliki menara dan sebuah kubah besar yang berdiri tegak.
This mosque stands on an area of approximately 12 hectares with a total building area reaches 50 thousand m2. Masjid ini berdiri di atas lahan sekitar 12 hektar dengan luas bangunan keseluruhan mencapai 50 ribu m2. This location was previously a land area of the former sawmill owned by PT Inhutani I, who later donated to the Government of East Kalimantan Province. Lokasi ini sebelumnya luas lahan dari bekas penggergajian kayu milik PT Inhutani I, yang kemudian disumbangkan ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Islamic Development Center also is expected to arouse the spirit of togetherness in an effort to face the global era, in addition to a public demand for Samarinda has a place of worship means adequate. Islamic Development Center juga diharapkan dapat membangkitkan semangat kebersamaan dalam upaya menghadapi era global, di samping permintaan publik untuk Samarinda memiliki tempat ibadah yang cukup berarti.
Islamic center Samarinda Pusat Islam Samarinda
Main Enterance Main enterance
Tower Menara
Bedug... Bedug ...
Pray to God.. Berdoalah kepada Tuhan ..
Just it... Hanya itu ...
Continue Reading »

Minggu, 14 Maret 2010

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin, Bandar Seri Begawan Brunai Darussalam

Masjid Sultan Omar Masjid Sultan Omar
Wanna pray there? Ingin berdoa di sana?
evening view malam melihat
Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin is a royal Islamic mosque located in Bandar Seri Begawan, the capital of the Sultanate of Brunei. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin adalah masjid kerajaan Islam yang terletak di Bandar Seri Begawan, ibukota Kesultanan Brunei. The mosque is classified as one of the most spectacular mosques in the Asia Pacific and a major tourist attraction. Masjid ini diklasifikasikan sebagai salah satu masjid paling spektakuler di Asia Pasifik dan daya tarik wisata. Sultan Omar Ali Saifuddin Mosque is considered amongst the people of Brunei as the country's major landmark. Sultan Omar Ali Saifuddin Masjid dianggap di antara orang-orang Brunei sebagai tengara utama negara itu.
Named after the 28th Sultan of Brunei, the mosque, which is seen as a symbol of the Islamic faith in Brunei, dominates the skyline in the capital city, Bandar Seri Begawan. Dinamakan setelah 28 Sultan Brunei, masjid, yang dipandang sebagai simbol iman Islam di Brunei, mendominasi pemandangan di ibu kota, Bandar Seri Begawan. The building was completed in 1958 and is an impressive example of modern Islamic architecture. Bangunan ini selesai pada tahun 1958 dan merupakan contoh yang mengesankan dari arsitektur Islam modern. It is one of the main sights in the capital and the country in general. Ini adalah salah satu tempat wisata utama di ibu kota dan negara pada umumnya.
The architecture of the mosque has a heavy influence of both Islamic and Italian styles. Arsitektur masjid memiliki pengaruh berat dari kedua gaya Islam dan Italia. Designed by an Italian architect, the mosque is constructed on an artificial lagoon near the banks of the Brunei River circulated by a water village (named Kampong Ayer ). Dirancang oleh seorang arsitek Italia, masjid ini dibangun di sebuah laguna buatan di dekat tepi Sungai Brunei diedarkan oleh sebuah desa air (bernama Kampung Ayer). The Sultan Omar Ali Saiffuddin mosque consists of marble minarets and golden domes with courtyards and fertile gardens filled with fountains. Sultan Omar Ali Saiffuddin masjid terdiri dari menara marmer dan kubah-kubah emas dengan halaman dan kebun yang subur diisi dengan air mancur. The mosque is circulated by a plethora of trees and floral gardens which in Islam it is considered as an interpretation of heaven. Masjid ini diedarkan oleh sejumlah besar pohon-pohon dan kebun bunga yang dalam Islam dianggap sebagai penafsiran surga. It also has a long bridge meandering across the lagoon to Kampong Ayer (the water village). Ini juga memiliki jembatan panjang berkelok-kelok ke laguna ke Kampung Ayer (desa air). Also, there is another marble bridge connecting to a structure in the water that resembles a ship was at one time used for official state ceremonies. Juga, ada satu jembatan marmer menghubungkan ke struktur di dalam air yang menyerupai sebuah kapal yang pada satu waktu yang digunakan untuk upacara resmi negara.
The main dome which is thought to be the mosque's most recognisable feature is covered in pure gold. Kubah utama yang dianggap fitur masjid paling dikenali ditutupi dengan emas murni. The mosque stands at 52m (171ft) high and can be seen from virtually anywhere in Bandar Seri Begawan. Masjid ini berdiri di 52m (171ft) tinggi dan dapat dilihat dari hampir mana pun di Bandar Seri Begawan. The main minaret is the mosque's tallest feature. Menara utama adalah fitur masjid tertinggi. It incorporates a Renaissance and Italian architectural style which is a unique theme seen in few Islamic houses of worship across the world. Ini menggabungkan gaya arsitektur Renaissance dan Italia yang merupakan tema yang unik terlihat pada beberapa rumah ibadah Islam di seluruh dunia. The minaret has a working and modern elevator which goes to the top of the structure, people who reach the top of the minaret can witness a panoramic view of the city. menara ini memiliki lift kerja dan modern yang pergi ke puncak struktur, orang-orang yang mencapai puncak menara dapat menyaksikan panorama kota.
The interior of the mosque is for prayer only but it has a magnificent mosaic stained glass, as well as many arches, semi-domes and marble columns. Bagian dalam masjid ini untuk berdoa saja, tetapi memiliki mosaik kaca patri megah, serta banyak lengkungan, semi-kubah dan kolom marmer. Nearly all the material used in the construction of the building has been shipped in from other countries. Hampir semua bahan yang digunakan dalam konstruksi bangunan telah dikirim dari negara lain. For example, the marble is from Italy, the granite from Shanghai, the crystal chandeliers from England and the carpets from Saudi Arabia. Misalnya, marmer adalah dari Italia, granit dari Shanghai, lampu kristal dari Inggris dan karpet dari Arab Saudi.
Continue Reading »

Rabu, 10 Maret 2010

Masjid Negara Kuala Lumpur, Kuala Lumpur Malaysia

Masjid Negara Masjid Negara
Interior Pedalaman
full booking... penuh pemesanan ...
The Masjid Negara is the national mosque of Malaysia, located in Kuala Lumpur. The Masjid Negara adalah masjid nasional Malaysia, yang terletak di Kuala Lumpur. It has a capacity of 15,000 people and is situated among 13 acres (53,000 m 2 ) of beautiful gardens. Ini memiliki kapasitas 15.000 orang dan terletak diantara 13 hektar (53.000 m 2) dari taman yang indah. The original structure was designed by a three-person team from the Public Works Department – UK architect Howard Ashley, and Malaysians Hisham Albakri and Baharuddin Kassim. Struktur asli dirancang oleh tim tiga orang dari Dinas Pekerjaan Umum - Inggris arsitek Howard Ashley, dan Malaysia Hisyam Albakri dan Baharuddin Kassim. Originally built in 1965, it is a bold and modern approach in reinforced concrete, symbolic of the aspirations of a then newly-independent Malaysia. Awalnya dibangun tahun 1965, itu adalah pendekatan berani dan modern di beton bertulang, simbolis aspirasi dari Malaysia kemudian baru merdeka.
Its key features are a 73-metre-high minaret and an 18-pointed star concrete main roof. Fitur utamanya adalah menara 73 meter-tinggi dan atap bintang 18-menunjuk beton utama. The umbrella, synonymous with the tropics, is featured conspicuously – the main roof is reminiscent of an open umbrella, the minaret's cap a folded one. Payung, identik dengan daerah tropis, adalah fitur mencolok - atap utama adalah mengingatkan payung terbuka, satu tutup menara adalah dilipat. The folded plates of the concrete main roof is a creative solution to achieving the larger spans required in the main gathering hall. Pelat dilipat dari atap utama beton adalah solusi kreatif untuk mencapai rentang yang lebih besar diperlukan di ruang pertemuan utama. Reflecting pools and fountains spread throughout the compound. Mencerminkan kolam dan air mancur yang tersebar di seluruh kompleks.
Local reports have drawn metaphors about the significance of its main roof: 18 points symbolise the (then) 13 states of Malaysia and the Five Pillars of Islam. Laporan lokal telah menarik metafora tentang signifikansi atap utama: 18 poin melambangkan (maka) 13 negara bagian Malaysia dan Lima Rukun Islam. However, design member Hisham Albakri revealed in an interview with Badan Warisan Malaysia that this was erroneous. Namun, desain anggota Hisyam Albakri mengungkapkan dalam sebuah wawancara dengan Badan Warisan Malaysia bahwa ini adalah salah.
Malaya gained its independence from the British government on 31 August 1957. Malaya merdeka dari pemerintah Inggris pada tanggal 31 Agustus 1957. Major development programs in areas of economy, social and architecture were actively implemented in line with the new government. program-program pembangunan utama di bidang ekonomi, sosial dan arsitektur secara aktif dilaksanakan sejalan dengan pemerintah baru. The programs were also to portray new progressive culture and achieved democracy. Program juga untuk menggambarkan budaya baru yang progresif dan demokrasi dicapai. Therefore, on 30 July 1957, in the meeting of the Federal Executive Council an idea to build a national mosque as a symbol of the country's independence was mooted. Oleh karena itu, pada tanggal 30 Juli 1957, dalam pertemuan Dewan Eksekutif Federal ide untuk membangun masjid nasional sebagai simbol kemerdekaan negara itu diperdebatkan. In another meeting on 5 March 1958, Chief Ministers of the eleven states in the Federation of Malaya, a proposal was made to name the mosque Masjid Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj, in recognition of Yang Teramat Mulia Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj's efforts in guiding the country to gaining independence. Dalam sebuah pertemuan pada tanggal 5 Maret 1958, Ketua Menteri negara-negara sebelas Federasi Malaya, proposal dibuat untuk nama Masjid masjid Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj, sebagai pengakuan atas Yang Teramat Mulia Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj's upaya dalam membimbing negeri untuk mendapatkan kemerdekaan. However, Tunku refused this honour; on the contrary he named it Masjid Negara in thanksgiving for the country's peaceful independence without bloodshed . Namun, Tunku menolak kehormatan ini, sebaliknya ia menamainya Masjid Negara dalam ucapan syukur atas kemerdekaan negara damai tanpa pertumpahan darah.
The mosque underwent major renovations in 1987, and the once-pink concrete roof is now clad in green and blue tiles. Masjid ini mengalami renovasi besar pada tahun 1987, dan atap beton sekali-pink kini dibalut keramik hijau dan biru. Today, Masjid Negara continues to stand sleek and stylish against the Kuala Lumpur skyline. Hari ini, Masjid Negara terus berdiri ramping dan bergaya terhadap cakrawala Kuala Lumpur. An underground passage leads to the National Mosque located near the railway station, along Jalan Sultan Hishamuddin. Sebuah lorong bawah tanah mengarah ke Masjid Nasional terletak di dekat stasiun kereta api, di sepanjang Jalan Sultan Hishamuddin. Its unique modern design embodies a contemporary expression of traditional Islamic art calligraphy and ornamentation. desain yang unik modern Its mewujudkan ekspresi kontemporer kaligrafi seni tradisional Islam dan ornamen. Near the mosque is the Makam Pahlawan (Heroes' Mausoleum), a burial ground of several Malaysian politicians. Dekat masjid adalah Makam Pahlawan (Heroes 'Mausoleum), sebuah tanah pemakaman beberapa politisi Malaysia. Makam Pahlawan is a 7-pointed star concrete roofed structure. Makam Pahlawan adalah bintang 7-menunjuk struktur beton beratap.
Continue Reading »