Selasa, 09 Maret 2010

APA YANG KITA KETAHUI TENTANG MASJID AL AQSA ??

Masjidil Aqsha adalah kiblat pertama umat Islam sebelum akhirnya dipindahkan ke
Baitullah sekarang. di tempat suci inilah Rasulullah SAW melakukan Isra’ dan dari sana pula ia berangkat Mi’raj.

Dalam hadits shahih
disebutkan sebagai salah satu dari tiga masjid yang dianjurkan untuk diziarahi, yakni Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjid Al Aqsha.
Bayt Al-Maqdis,Bait Al-Maqdis,Al-Quds,Quds, Not Jerusalem,Not Yershalim,Not Hierosolyma,Not Temple Mount

Saat ini, tahukah kalian bahwa dimanapun kalian berada di seluruh dunia ini, pemandangan yang diperlihatkan pada banyak orang di seluruh media di muka bumi ini yang dikatakan sebagai Masjid Al Aqsa sebenarnya adalah masjid DOME OF THE ROCK alias Masjid Kubah As-Sakhra?


 Palestina pada tahun 1967, Zionis Yahudi menginvasi Palestina dengan cara mendirikan negara Israel di atas Negara Palestina, dengan cara menduduki Palestina. Israel yang dikuasai oleh orang-orang Yahudi ini, mengusir bangsa Arab Muslimin yang mendiami tanah Palestina dan mulai memporak-porandakan Masjidil Aqsha. Mereka perlakukan Masjidil Aqsha dengan semena-mena, seperti membebaskan siapa saja untuk masuk ke dalam masjid. Hingga tak jarang, terlihat pemandangan orang Yahudi yang sedang berpacaran di dalam masjid atau para turis yang berkeliaran dengan pakaian seadanya di lingkungan masjid.

Pada tahun 1969, mimbar megah yang dibuat oleh Shalahuddin Al Ayubi di dalam masjid (yang
dibuat oleh Shalahuddin Al Ayyubi setelah berhasil merebut kembali Masjidil Aqsha dari tangan penjajah, guna memperingati Isra Mi’raj di lingkungan masjid) dibakar oleh Yahudi.

Peristiwa pembakaran mimbar inilah yang kian meruncingkan barisan umat Muslim guna melawan Yahudi dan mendorong umat Islam sedunia membentuk OKI.
Pada tahun 1970, Palestina akhirnya dikuasai sepenuhnya oleh Zionis Israel.

Entah sejak kapan, berkembang sebuah fokus perhatian bahwa yang namanya Masjid Al Aqsa yang diramaikan dan dianggap bersejarah oleh Ummat Islam itu adalah masjid indah dengan Kubah Emas berbentuk segi enam ini.

Fokus perhatian ini dikembangkan lewat gambar-gambar indah yang beredar, lewat postcard-postcard yang beredar, juga gambar-gambar indah di Kalender islami dan lewat buku-buku turisme. Inilah Masjid As-Shakhra atau masjid DOME OF THE ROCK yang dimaksud dan sudah sangat terkenal tersebut.

Masjid Qubbatus Shakhrah (As-Shakhra) yang terlihat seperti gambar di atas adalah masjid berkubah keemasan.

Shakhrah artinya batu. Masjid tersebut dibangun oleh salah satu Khalifah pada masa kekuasaan Bani Umayyah, Abdul Malik bin Marwan. Tujuannya untuk menjaga batu (Shakhrah) yang merupakan tempat Rasulullah berangkat melakukan mi’raj ke langit bersama Malaikat Jibril as. Batu itu sendiri berasa dalam lingkaran (haram) Al Aqsha, dan bukan masjid itu sendiri. Masjid inilah yang sering diduga sebagai masjidil Aqsha.
     
Pada akhirnya, anak-anak muslim di seluruh dunia ini sering kali dibingungkan dengan kedua masjid tersebut sehingga akhirnya mereka memiliki referensi yang salah terhadap mana Masjid Al Aqsa yang sebenarnya.
Banyak orang yang pada akhirnya menyangka bahwa Masjid Al Aqsa yang sebenarnya adalah masjid dengan Kubah Emas di atasnya, yang berdiri tepat di samping tembok ratapan umat Yahudi.
Tembok ratapan umat Yahudi sendiri sesungguhnya adalah Tembok Buraq, yaitu tembok
tempat Rasulullah saw mengikat Buraq, kendaraannya ketika Isra Mi’raj.
Sekarang tembok ini dikuasai oleh Israel dan dijadikan Tembok Ratapan.
Bagaimana dengan Kalian sendiri? Bisakah Kalian lihat perbedaannya? Perhatikan gambar di bawah berikut ini:
Pada gambar di atas kalian melihat tembok yang memagari kompleks masjidil Aqsha, yang biasa disebut Batas Lingkar Komplek Masjidil Aqsha (Harom Masjid Al-Aqsha). Yang disebut kompleks Al Aqsha adalah daerah yang ada di dalam pagar kotak. Dulu pagar itu hanya terbuat dari tanah. Lalu, pada masa khilafah Utsmaniyah, dibangun tembok karena takut kalau Yahudi
mencaplok kompleks (haromul) Masjid Al Aqsha tersebut.

Inilah masjid Al Aqsa yang bersejarah tersebut.
 Dan inilah Masjid Al Aqsa tampak dari dekat dan dari depan.


Masjidil Aqsha adalah masjid kedua di muka bumi (berkubah hijau). Dibangun oleh Nabi Adam setelah ia membangun Baitul Haram. Lalu bangunannya roboh seiring dengan waktu. Kemudian dibangun kembali oleh Nabi Dawud, dan disempurnakan oleh Nabi Sulaiman. Masjidil Aqsha inilah yang terus menerus ingin dirobohkan oleh Yahudi, untuk mendirikan di atasnya apa yang mereka dongengkan sebagai Haikal Sulaiman.
Salah satu caranya, dengan menyebarkan pengetahuan keliru kepada masyarakat bahwa yang dimaksud dengan Masjidil Aqsha adalah Masjid Qubbah Shakhrah (berkubah kuning) di sebelanya.
Meskipun masjid itu masuk dalam kompleks pagar (Harom) Masjidil Aqsha tapi bukan itu masjidnya. Pada saat yang sama diam-diam Yahudi itu menggali Masjidil Aqsha yang sesungguhnya.

Sebelum kesalahanan berkembang pada Ummat Islam dan akhirnya tiada yang menyadari bahwa Masjid Al Aqsa yang sebenarnya telah dihancurkan, ada baiknya kita sebagai generasi Islam tetap hati-hati dan mengabarkan kebenaran yang sebenarnya pada Ummat. Setidaknya, anak-anak kita tahu dan tidak lagi ragu untuk menunjukkan yang manakah masjid Al Aqsa yang
asli. Yang benar adalah benar dan yang salah haruslah diperbaiki. perdebatan, baik di kalangan muslim sendiri maupun di kalangan ilmuwan.

Kontroversi yang utama adalah tentang eksistensi Masjidil Aqsha. Awal Isra adalah dari Masjidil Haram atau Kabah di Mekkah. Apa yang ditulis dalam Quran adalah Muhammad melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. Masjidil Aqsha memiliki arti ‘masjid terjauh’. Masjidil Aqsha yang kita kenal adalah berada di kompleks Al-Haram ash-Sharif –Temple Mount menurut Yahudi dan Nasrani– di Jerusalem. Selain Masjidil Aqsha di kompleks tersebut terdapat Qubbah As-Sakhrah atau Dome of the Rock. Dome of the Rock dibangun pada sekitar tahun 690M oleh kekhalifahan Umayyah, Abdul Malik bin Marwan, dan kemudian diikuti dengan pembangunan Masjidil Aqsha yang selesai pada tahun 710M.

Yang diperdebatkan adalah benarkah di kompleks tersebut kekhalifahan Umayyah membangun Masjidil Aqsha sebagaimana yang tertera dalam Quran sebagai tempat Nabi Muhammad SAW menuju dalam perjalanan malamnya di tahun 621M? Benarkah Masjidil Aqsha dalam Quran adalah Masjidil Aqsha di Jerusalem tersebut ??

Pendapat ilmuwan dan ahli sejarah yang sering terdengar ada dua, bahwa Masjidil Aqsha yang dibangun adalah pengejawantahan ayat Quran supaya menjadi nyata karena di tahun 621M di kompleks tersebut tidak ada bangunan masjid bernama Aqsha, dan pendapat yang kedua adalah bahwa Masjidil Aqsha yang tertera dalam Quran adalah Masjid Nabawi di Madinah yang dibangun oleh Rasulullah SAW ketika hijrah, hal ini pun masih dipertanyakan sebab Isra terjadi setahun sebelum Hijrah ke Madinah terjadi.

Wilayah Jerusalem termasuk ke dalam wilayah yang disebut West Bank atau Tepi Barat (sebutan dari PBB), sebuah wilayah yang secara de jure tidak dimiliki oleh negara manapun, wilayah lainnya adalah Jalur Gaza. Jalur Gaza dan Tepi Barat dihuni oleh orang-orang Palestina sebanyak 80 persen dan sisanya orang-orang Israel. Kaum dan negara yang berkepentingan terhadap tanah suci ini bersikukuh pada kepercayaannya, Israel ingin Palestina minggat dari tanah tersebut, juga sebaliknya Palestina ingin Israel keluar dari tanah suci tersebut.

Entah sampai kapan konflik Arab-Israel ini akan berakhir, mungkin memang tanah suci tersebut ditakdirkan menjadi arena peperangan, dan peperangan bukanlah sebuah berkah, sedangkan Masjidil Aqsha dalam Quran nyata jelas disebut dengan “Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya” yang mungkin pula bisa disimpulkan itu bukanlah tanah suci, mungkin hanya bukti sejarah keemasan arsitektur Islam yang menjadi alasan untuk dilestarikan. Wallahualam.

Selain kontroversi juga terselip propaganda yang menyesatkan seperti Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dengan mengendarai buraq, binatang berekor, bersayap, berkepala wanita. Buraq ini sering digambarkan dalam karya seni, namun hal tersebut adalah propaganda terhadap kiasan bahwa Muhammad adalah seorang ‘penunggang’ wanita. Dari rujukan Hadits Bukhari, “Suatu hari malaikat Jibril datang dan membawa Nabi, lalu dibedahnya dada Nabi dan dibersihkannya hatinya, diisinya dengan iman dan hikmah. Kemudian didatangkan buraq, ‘binatang’ berwarna putih yang langkahnya sejauh pandangan mata. Dengan buraq itu Nabi melakukan isra’ dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha” tidak disebutkan bahwa buraq itu berkepala wanita.

http://newyorkermen.multiply.com/journal/item/102

catatan :
Tentang Isra Miraj ada satu artikel yang ditulis oleh Imam A. M. Khattab di Islamic Center of Greater Toledo, Ohio, yang menyimpulkan untuk meyakini Isra dan Miraj terjadi karena nyata tertulis dalam Quran, sedangkan seperti apa prosesnya jelas sangat jauh dari alam pikiran manusia. Para ulama Muslim umumnya meyakini salah satu dari tiga pendapat berikut:

l-Masjid Al-Aqsa is often confused with Masjid Al-Qubba (As-Sakhra) but they are two totally different Masjids. Al-Masjid Al-Aqsa is the one that Allah (SWT) refers to in the first verses of Surat Al-Israa (Sura 17):

1. Glory to ((Allah)) Who did take His servant for a Journey by night from the Sacred Mosque to the Farthest Mosque, whose precincts We did bless,- in order that We might show him some of Our Signs: for He is the One Who heareth and seeth (all things).

2. We gave Moses the Book, and made it a Guide to the Children of Israel, (commanding): "Take not other than Me as Disposer of (your) affairs."

3. O ye that are sprung from those whom We carried (in the Ark) with Noah! Verily he was a devotee most grateful.

Web Source: Islamic City
Continue Reading »

Sabtu, 06 Maret 2010

Masjid Agung Sana'a, Yaman Sanaa

Sanaa Yemen Sanaa Yaman
Morning... Pagi ...
The Great Mosque at Sana'a is organized around a central courtyard measuring approximately 80 meters long by 60 meters wide. Masjid Besar di Sana'a diatur sekitar halaman tengah berukuran sekitar 80 meter panjang 60 meter lebar. To the north and south are its prayer areas, with five and four aisles, respectively. Untuk utara dan selatan wilayah doa, dengan gang lima dan empat, masing-masing. To the east and west of the courtyard are halls of three aisles each. Ke timur dan barat halaman adalah ruang dari tiga lorong masing-masing. Arcades mainly composed of pre-Islamic material from other sites form the aisles of these sections. Arcade terutama terdiri dari bahan pra-Islam dari situs lain membentuk lorong bagian ini. Inside the court, not exactly at its center, stands a domed square structure that dates to the early sixteenth century when the courtyard itself was paved. Di dalam pengadilan, tidak tepat pada pusatnya, berdiri sebuah struktur persegi berkubah yang tanggal untuk awal abad keenam belas ketika halaman itu sendiri diaspal. Although this Ottoman building somewhat resembles the Ka'ba at Mecca, with its ablaq design of alternating layers of varying colored material, scholars argue that it was probably not modeled after it, as the ablaq technique of construction predates Islam in the region. Meskipun hal ini agak menyerupai bangunan Ottoman Kakbah di Mekah, dengan desain ablaq atas bolak lapisan dari berbagai material berwarna, ulama berpendapat bahwa itu mungkin tidak model setelah itu, sebagai teknik ablaq konstruksi mendahului Islam di wilayah tersebut. It served as a treasury and then a storage unit for waqf documents. Ia menjabat sebagai treasury dan kemudian unit penyimpanan untuk dokumen wakaf.
According to early sources, the Prophet Muhammad commanded the construction of this mosque, including its location and dimensions, sometime around 630. Menurut sumber-sumber awal, Nabi Muhammad memerintahkan pembangunan masjid ini, termasuk lokasi dan dimensi, sekitar 630. While the validity of this claim lacks evidence and certainty, the mosque remains one of the first architectural projects in Islam. Sedangkan keabsahan klaim ini tidak memiliki bukti dan kepastian, masjid tetap salah satu proyek arsitektur pertama dalam Islam. Sometime between 705 and 715, the Umayyid Caliph al-Walid I, rebuilt a new and larger mosque at the site. Kadang antara 705 dan 715, yang Umayyid Khalifah al-Walid I, membangun kembali masjid baru dan lebih besar di situs.
With its flat-roof supported by interior stone arcades, it has been argued that the plan of this mosque recalls Byzantine building traditions from the Axumite empire (present day Ethiopia); this is supported by the fact the empire's grandest church was erected in Sana'a. Dengan datar atap yang didukung oleh arcade batu interior, telah berpendapat bahwa rencana masjid ini mengingatkan tradisi bangunan Bizantium dari kerajaan Axumite (Ethiopia sekarang), hal ini didukung oleh fakta gereja kekaisaran termegah didirikan di Sana ' a. In fact, parts from this cathedral were integrated into the design and composition of the Great Mosque together with pieces taken from early pre-Islamic structures in South Arabia, including the Gumdan palace of the Himyarite era, and Christian and Jewish places of worship. Bahkan, bagian dari katedral ini diintegrasikan ke dalam desain dan komposisi dari Masjid Agung bersama-sama dengan potongan-potongan yang diambil dari struktur pra-Islam awal di Arabia Selatan, termasuk istana Gumdan era Himyarite, dan tempat-tempat Kristen dan Yahudi ibadah. An excellent example of this material reuse is a stone arch support inscribed with text in the pre-Islamic language of the region, as can be seen in the thumbnails above. Sebuah contoh yang sangat baik ini kembali bahan adalah sebuah lengkungan batu dukungan ditulis dengan teks dalam bahasa pra-Islam di wilayah ini, seperti dapat dilihat pada thumbnail di atas. Most important, however, al Walid's redevelopment of the mosque provided the structural framework for successive interventions, of which there have been many. Yang paling penting, bagaimanapun, Walid al pembangunan kembali masjid yang diberikan kerangka struktural untuk intervensi berturut-turut, yang ada banyak. Just a few decades later, an inscription in the courtyard dates work by the Abbasids to 753 and by the thirteenth century the community had restored the mosque's two minarets, one to the east, acquired prior to the early ninth century, and one to the west which was built at a later date. Hanya beberapa dekade kemudian, sebuah prasasti di halaman tanggal bekerja oleh Abbasiyah untuk 753 dan pada abad ketiga belas masyarakat telah mengembalikan dua masjid menara, satu ke timur, diperoleh sebelum abad kesembilan awal, dan satu ke barat yang dibangun di kemudian hari. The mosque had also been damaged twice, first by a flood in 878 and second, by Karmatis invasion into the city in 911. Masjid juga telah rusak dua kali, pertama dengan banjir di 878 dan kedua, oleh invasi Karmatis ke kota di 911. In 1130, the Isma`ili Queen Arwa ibn Ahmad initiated a campaign to upgrade and restore the mosque. Pada 1130, para Isma `ili Ratu Arwa bin Ahmad memulai sebuah kampanye untuk meningkatkan dan mengembalikan masjid. Towards this end she rebuilt its eastern wing complete with a new beautifully sculpted ceiling. Menjelang akhir ini ia membangun kembali sayap timurnya lengkap dengan langit-langit indah diukir baru. She also improved the ceilings of the western and northern sections of the building. Dia juga meningkatkan langit-langit bagian barat dan utara bangunan. Queen Arwa had close political ties to the Fatimid dynasty in Egypt. Ratu Arwa memiliki hubungan erat politik dengan dinasti Fatimiyah di Mesir. Accordingly, it has been speculated that the western minaret dates to her rule as its contribution to the overall composition of the mosque renders its plan similar in design to mosques of the same period in Cairo, with the two minarets flanking a central entrance. Dengan demikian, telah berspekulasi bahwa tanggal menara barat untuk memerintah dia sebagai kontribusinya terhadap komposisi keseluruhan dari masjid membuat rencana serupa di desain untuk masjid dari periode yang sama di Kairo, dengan dua menara yang mengapit pintu masuk pusat.
Sources: Sumber:
http://www.archnet.org/library/sites/one-site.jsp?site_id=7731 http://www.archnet.org/library/sites/one-site.jsp?site_id=7731
King Geoffrey and Lewcock, Ronald. Geoffrey King dan Lewcock, Ronald. 1978. 1978. Arabia. Saudi. In Architecture of the Islamic World, edited by George Michell. Dalam Arsitektur Dunia Islam, diedit oleh George Michell. London: Thames and Hudson Ltd., 210. London: Thames dan Hudson Ltd, 210.
Lewcock, Ronald. Lewcock, Ronald. 1986. 1986. The Old Walled City of San'a'. Walled Kota Tua San'a '. Paris: UNESCO, 85-87. Paris: UNESCO, 85-87.
Wald, Peter. Wald, Peter. 1992. 1992. Yemen. Yaman. London: Pallas Athene. London: Pallas Athena. 85-6. 85-6.
Williams, John A. 1977. Williams, John A. 1977. Early Islamic Architecture of the Yemen: the early Islamic period. Arsitektur Islam awal dari Yaman: masa Islam awal. Santa Barbara: Visual Education, Inc., 4-9. Santa Barbara: Visual Education, Inc, 4-9.
Continue Reading »

Jumat, 05 Maret 2010

Masjid Rey Fahd, Islámico Budaya Centro Rey Fahd, Buenos Aires Argentina


Rey Fahd Mosque, Buenos Aires Argentina Masjid Rey Fahd Argentina, Buenos Aires

Centro Cultural Islámico Rey Fahd, Buenos Aires Islámico Centro Budaya Rey Fahd, Buenos Aires
Rey Fahd Mosque and the tomb of Evita Peron did the iconic city, Buenos Aires, Argentine. Masjid Rey Fahd dan makam Evita Peron memang menjadi ikon kota, Buenos Aires, Argentina. Two places were used as tourist attractions in Buenos Aires, “said Fernando, a young Argentine who became the mosque committee. Dua tempat yang digunakan sebagai tempat wisata di Buenos Aires, "kata Fernando, Argentina muda yang menjadi panitia masjid.
With a land area of 38 thousand square meters (3.8 acres) and building area of 25 thousand square meters (2.5 hectares), the mosque's attention since the first was built in 1998. Dengan luas lahan sebesar 38 ribu meter persegi (3,8 hektar) dan area bangunan 25 ribu meter persegi (2,5 hektar), perhatian masjid sejak pertama dibangun pada tahun 1998.
In fact, the development process could reap the mosque controversy. Bahkan, proses pembangunan bisa menuai kontroversi masjid. Local residents protested the policy at that time president of Argentina, Carlos Saul Menem. Penduduk setempat protes kebijakan pada bahwa presiden saat Argentina, Carlos Saul Menem. Therefore, the number one in the City of Arab descent Tango (Syria) is what gave the land to the Kingdom of Saudi Arabia to dibanguni giant mosque. Oleh karena itu, orang nomor satu di Kota Tango keturunan Arab (Syria) adalah apa yang memberikan tanah kepada Kerajaan Arab Saudi untuk dibanguni masjid raksasa.
President of Argentina 1989-1995 and 1995-1999 periods are reasonable, it is worthy of the land given to the monarchy guard two Muslim holy land. Presiden Argentina periode 1989-1995 dan 1995-1999 adalah wajar, itu adalah layak dari tanah yang diberikan kepada monarki penjaga dua tanah suci Islam. In addition to the relationship between the two countries have a strong cooperation in the field of trade, King Fahd also provides a good building to be Argentina embassy in Saudi Arabia. Selain hubungan antara kedua negara memiliki kerjasama yang kuat di bidang perdagangan, Raja Fahd juga menyediakan sebuah bangunan baik untuk kedutaan Argentina di Arab Saudi.
Just a note, before Carlos Menem has the Islamic faith. Hanya catatan, sebelum Carlos Menem memiliki iman Islam. He moved to the Catholic religion ahead of presidential elections in the late 1980s. Dia pindah ke agama Katolik menjelang pemilihan presiden di akhir 1980-an. Argentina's constitution when it requires the president should be a Catholic. Konstitusi Argentina saat itu membutuhkan presiden harus menjadi seorang Katolik. Unlike Menem, his wife, Zulema Yoma Fatima, who was bleeding Syria, chose to remain Muslims. Tidak seperti Menem, istrinya, Zulema Fatima Yoma, yang berdarah Syria, memilih untuk tetap Muslim.
Public and to associate the origins ngaitkan Menem Muslim mosque near the development process. Publik dan mengasosiasikan ngaitkan asal-usul Menem masjid Muslim dekat proses pembangunan. 1930-born lawyer was also not lost his mind to deny it. pengacara 1930-lahir juga tidak hilang pikirannya menyangkalnya. He argued, the land “diwakafkan” for the mosque was the land useless. Ia berpendapat, tanah yang "diwakafkan" untuk masjid itu adalah tanah yang tidak berguna. Therefore, the land before it became waste disposal center for the people of Buenos Aires. Oleh karena itu, tanah sebelum menjadi pusat pembuangan sampah bagi orang-orang Buenos Aires.
Source : Pontianak Post and others Sumber: Pontianak Post dan lain-lain
Continue Reading »

Kamis, 04 Maret 2010

Sehitlik Masjid-masjid-Moschee Berlin, Jerman Berlin •30 November 2009 • Leave a Comment

Sehitlik Moschee Sehitlik Moschee
Mosque Sehitlik Berlin Masjid Sehitlik Berlin
Moschee Sehitlik during winter Moschee Sehitlik selama musim dingin
Cemetery, Winter still in Masjid-moschee Sehitlik Pemakaman, Winter masih dalam Sehitlik Masjid-moschee
The Sehitlik Mosque (Turkish: Türk Berlin Sehitlik Camii) in Berlin was built before 1983 at the Turkish cemetery at the Columbia dam in the district of Neukölln and expanded between 1999 and 2005. Masjid Sehitlik (Turki: Türk Berlin Sehitlik Camii) di Berlin dibangun sebelum 1983 di pemakaman Turki di Columbia bendungan di distrik Neukölln dan diperluas antara tahun 1999 dan 2005. The mosque took its name from the Turkish cemetery, which was created back in 1863 as a diplomatic graveyard. Masjid ini mengambil nama dari kuburan Turki, yang diciptakan kembali pada tahun 1863 sebagai kuburan diplomatik. The derivative of Sehitlik Şehit (=) may mean martyrdom martyrs or Soldaten-/Ehrenfriedhof. Turunan dari Sehitlik Şehit (=) dapat berarti martir martir atau Soldaten-/Ehrenfriedhof.
Mosque -The mosque offers 1500 square and the faithful prayer hall in the 1st Floor has an area of 365 square meters. Masjid-masjid ini menawarkan 1.500 persegi dan ruang doa setia di Lantai 1 memiliki luas 365 meter persegi.
Planning -Entrance of the Turkish cemetery Perencanaan-Masuk dari pekuburan Turki
The mosque, with neighboring buildings was developed by the company Hassanein Mim. Masjid, dengan bangunan tetangga dikembangkan oleh perusahaan Hassanein Mim. Trouble. Trouble. Ltd.. Ltd. AS. AS. Designed by the architect of Turkey Hilmi Senalp. Dirancang oleh arsitek Turki Hilmi Senalp. Senalp also planned the mosques in Ashgabat (Turkmenistan) and Tokyo (Japan) and directed the construction work. Senalp juga direncanakan masjid di Ashgabat (Turkmenistan) dan Tokyo (Jepang) dan diarahkan pekerjaan konstruksi. For the Sehitlik mosque, he made the execution plans. Untuk masjid Sehitlik, ia membuat rencana eksekusi. The statics calculated Hüseyin Portakal from Augsburg. Para statika dihitung Huseyin Portakal dari Augsburg. The foundation stone for the reconstruction took place in 1999. Batu fondasi untuk rekonstruksi berlangsung pada tahun 1999. The shell was carried out under the direction of Tarkan Akarsu from Berlin, who also presented the addendum to the building permit due to changes in the building. Shell dilakukan di bawah arahan Tarkan Akarsu dari Berlin, yang juga mempresentasikan addendum untuk membangun izin karena perubahan di dalam gedung.
Building complex -Mosque in the Muslim cemetery in the winter kompleks-Masjid di pekuburan Muslim di musim dingin Gedung
In the complex of buildings is a cultural center with a mosque. Di kompleks bangunan adalah pusat budaya dengan masjid. Therefore, the planning and execution were carried out in three sections. Oleh karena itu, perencanaan dan pelaksanaan dilakukan di tiga bagian. The first phase consisted of three storeys. Tahap pertama terdiri dari tiga lantai. The first floor is half the size of the ground floor because the stage has been built as a terrace. Lantai pertama adalah setengah ukuran lantai dasar karena panggung telah dibangun sebagai teras. The cultural center will include at the end of the third phase of construction around 2805 m². Pusat kebudayaan akan mencakup pada akhir tahap ketiga pembangunan sekitar 2.805 m².
The second phase is the mosque, with four bullets. Tahap kedua adalah masjid, dengan empat peluru. The basement was designed as a multipurpose hall. ruang bawah tanah ini dirancang sebagai ruang serbaguna. The ground floor is currently used as a prayer room and is used in the future as a meeting room and spare room for prayer, the mosque is in the 1 Floor. Lantai dasar saat ini digunakan sebagai ruang doa dan digunakan di masa depan sebagai ruang pertemuan dan ruang cadang untuk shalat, masjid berada di Lantai 1. The minarets are available from the first floor. Menara tersedia dari lantai pertama. On the gallery floor to pray, as a rule the women. Di lantai galeri untuk berdoa, sebagai suatu peraturan perempuan. The third phase has started. Tahap ketiga telah dimulai.
Use -The Mosque is the Muslims of the adjoining districts, especially Neukölln and Kreuzberg as a place of worship, prayer, the language is Turkish, above all, depending on the occasion also Arabic. Gunakan-Masjid adalah Muslim kabupaten sebelah, terutama Neukölln dan Kreuzberg sebagai tempat ibadah, doa, bahasa adalah Turki, di atas semua, tergantung pada kesempatan itu juga Arab. Besides taking place in the mosque and the burial ceremonies, most of the Islamic community in Berlin, the dead will then be transferred to the cemetery landscape Gatow or in the home of the deceased, as the Turkish cemetery directly utilized at the mosque just as the Muslim burial grounds of the New Garrison Cemetery are. Selain mengambil tempat di masjid dan upacara pemakaman, sebagian besar komunitas Islam di Berlin, mati kemudian akan ditransfer ke Gatow lanskap pemakaman atau di rumah almarhum, sebagai pemakaman Turki langsung digunakan di masjid seperti halnya kuburan Muslim New Garrison Pemakaman berada.
Cultural center in the shell, adjacent to the mosque Pusat budaya di shell, berdekatan dengan masjid
Since the mosque next to the religious and social functions and serves as a community center, there are facilities for these purposes. Karena masjid di samping fungsi keagamaan dan sosial dan berfungsi sebagai pusat komunitas, ada fasilitas untuk tujuan ini.
Architecture -As an architectural model of the mosque served the Ottoman Architecture of the 16th and 17 Century. Arsitektur-Sebagai model arsitektur masjid yang dilayani Arsitektur Ottoman dari abad ke-16 dan 17. This period was characterized by Mimar Sinan, the Ottoman architecture reached its classical peak. Periode ini ditandai oleh Mimar Sinan, arsitektur Ottoman mencapai puncaknya klasik. The period lasted until the beginning of the 18th Century, were stronger than the European influences on Ottoman architecture. Periode itu berlangsung sampai awal abad 18, lebih kuat daripada pengaruh arsitektur Eropa pada Ottoman.
Data structure -The first section is a total of 940 m² in size. Struktur data-Bagian pertama adalah total 940 m². The mosque, with all floors (basement, earth, 1 upper and upper floor) has a total of 1360 sqm gross floor area (GFA). Masjid, dengan semua lantai (basement, bumi, 1 lantai atas dan atas) memiliki total 1.360 meter persegi luas lantai kotor (GFA). The basement has about 450 m² gross area, the ground floor is about 400 square meters in size and the gross floor area of the 1 Floor (the prayer room) is about 365 square meters. basement ini memiliki sekitar 450 m² luas kotor, lantai dasar sekitar 400 meter persegi dan luas lantai kotor dari Lantai 1 (ruang doa) adalah sekitar 365 meter persegi.
The total gross floor area of the mezzanine level, is about 145 square meters. Total luas kotor dari tingkat mezzanine, sekitar 145 meter persegi. The main dome of 12 feet in diameter sits on an octagonal beam. Kubah utama 12 meter dengan diameter duduk di sebuah balok segi delapan. The weight of the dome will be forwarded by the eight half-domes on the outside wall and thus to the foundations. Berat kubah akan diteruskan oleh delapan kubah setengah di dinding luar dan dengan demikian untuk yayasan. The basement and ground floor are each 3.5 meters high and the 1st Floor is up to the small domes 8.47 meters, up to the main dome 15.42 m high. Lantai basement dan tanah masing-masing 3,5 meter dan tinggi lantai 1 sampai dengan kubah-kubah kecil 8,47 meter, sampai 15,42 m kubah utama tinggi. The level below the gallery floor is four feet. Tingkat bawah lantai galeri adalah empat kaki.
Sehitlik Mosque Sehitlik Masjid
The total height of the outside of the main dome to the mosque floor is 16.5 meters, 21.1 m. Tinggi total luar kubah utama ke lantai masjid adalah 16,5 meter, 21,1 m. to the surface. ke permukaan. In the mosque can be measured a clear height of 16.32 meters. Di masjid dapat diukur ketinggian 16,32 meter jelas. The length of the minarets, the first floor, and without tip, is 25.03 meters, with the top down to the crescent 33.56 meters. Panjang menara, lantai pertama, dan tanpa ujung, adalah 25,03 meter, dengan bagian atas ke 33,56 meter sabit. The total size of the third phase of construction is about 505 square meters. Ukuran total dari tahap ketiga konstruksi sekitar 505 meter persegi. The Cultural Center will end around 2805 m² are available. Pusat Kebudayaan akan berakhir sekitar 2805 m² yang tersedia.
For the building structure and design -The buildings from the classical period are classified by architectural terminology for the structure. Untuk struktur bangunan dan-desain bangunan dari periode klasik diklasifikasikan oleh terminologi arsitektur untuk struktur. Basically, the forms used the four-, six-and-pillar achtkuppeltragenden plans. Pada dasarnya, bentuk menggunakan empat, rencana achtkuppeltragenden enam-dan-pilar. The mosque was built in kuppeltragender octagonal pillars and arches form of a steel structure. masjid ini dibangun pada pilar kuppeltragender segi delapan dan lengkungan bentuk struktur baja.
The design possibilities of the central space formed simultaneously in the classical Ottoman architecture, the design criteria of this construction, because by the time design and construction to enlarge the central space was limited. kemungkinan desain dari ruang pusat terbentuk secara bersamaan dalam arsitektur Ottoman klasik, kriteria desain konstruksi ini, karena pada waktu desain dan konstruksi untuk memperbesar ruang pusat terbatas. Typical examples of an eight-pillar plan, the Selimiye Camii in Edirne and the Kadirga Sokullu Pasa Camii in Istanbul. Khas contoh rencana delapan pilar, Camii Selimiye di Edirne dan Kadirga Sokullu Pasa Camii di Istanbul.
The canopy is a secular component, which is used in mosques only very rarely. kanopi adalah komponen sekuler, yang digunakan di masjid-masjid hanya sangat jarang. Here, it was realized, to maintain the facade of a uniform design of the complex. Di sini, disadari, untuk mempertahankan fasad dari desain seragam kompleks. On the facade of the mosque are the bird's palaces, which shows the reference architecture at that time on the animals. Pada fasad Masjid yang istana burung, yang menunjukkan arsitektur referensi pada waktu pada hewan.
Technology -The main focus of the interior decoration was the harmony of the mixed use of ceramic and marble. Teknologi-Fokus utama dari dekorasi interior adalah harmoni dari penggunaan campuran keramik dan marmer. At the prayer niche, crown sermon, preaching firm and between these arches can be observed. Pada ceruk doa, khotbah mahkota, perusahaan berkhotbah dan antara lengkungan dapat diamati. Such mixed use of these materials was not known in the classical period. menggunakan campuran dari bahan tersebut tidak dikenal pada masa klasik. This mosque is therefore not a repetition or copy of any mosque, but is a new form of design possibilities of the classical period dar. Masjid ini karena itu bukan pengulangan atau salinan setiap masjid, tetapi merupakan bentuk baru dari kemungkinan desain dar periode klasik. The use of marble was mined processed on the island of Marmara. Penggunaan marmer ditambang diproses di pulau Marmara.
Sehitlik Mosque Sehitlik Masjid
The ceramic structure is real at the Iznik ceramics, which was deformed in the Turkish city of İznik decorated by hand, and dyed. Struktur keramik adalah nyata di keramik Iznik, yang cacat di kota Turki İznik dihiasi dengan tangan, dan dicelup. The bottom of the ceramic made of quartz sand. Bagian bawah keramik yang terbuat dari pasir kuarsa. The raw panels are dyed after production hours and then sanded. Panel baku yang dicelup setelah jam produksi dan kemudian diampelas. Then, the motives to be applied by dust technology (the same technique was also on the main dome) is used, then they are painted. Kemudian, motif yang akan diterapkan oleh teknologi debu (teknik yang sama juga di kubah utama) yang digunakan, maka mereka dicat. In the oven at 600 ° C are bonded to the motifs and colors of the ceramics. Dalam oven pada suhu 600 ° C terikat pada motif dan warna keramik. Finally, the plates are provided with a glaze and baked in an oven at 900 ° C heat. Akhirnya, piring disediakan dengan glasir dan dipanggang di dalam oven pada suhu 900 ° C. The amount of heat in the oven and the Bleibedauer is crucial for a satisfactory outcome. Jumlah panas dalam oven dan Bleibedauer sangat penting untuk hasil yang memuaskan. Sometimes a desired piece of ceramic is achieved only after five to six times repeated. Kadang-kadang sepotong diinginkan keramik hanya akan tercapai setelah lima sampai enam kali diulang.
Art -All used materials such as wood, marble, Gipsfenster, calligraphy has been prepared at great expense original layout and built-in. Seni-Semua bahan yang digunakan seperti kayu, marmer, Gipsfenster, kaligrafi telah disiapkan di tata letak asli biaya besar dan built-in. The plates on which the name of Allah, Muhammad, Abu Bakr, Omar, Othman, Ali, Hasan, Hüsseyin stand, are the transition elements. Piring-piring yang nama Allah, Muhammad, Abu Bakar, Umar, Othman, Ali, Hasan, Hüsseyin berdiri, adalah elemen transisi. The sharp transitions are intercut from the main dome to the domes of these elements visually easier. Transisi tajam intercut dari kubah utama ke kubah dari unsur-unsur visual lebih mudah.
The Muqarnas located in the lower layer, transitional elements, allowing the aesthetic connection between the small domes and the outside walls. Para Muqarnas terletak di lapisan bawah, elemen transisi, yang memungkinkan koneksi estetika antara kubah kecil dan dinding luar. The Muqarnas are an art form whose design and construction is currently under threat and increasingly forgotten. Para Muqarnas adalah sebuah bentuk seni desain dan konstruksi yang saat ini sedang dalam ancaman dan semakin terlupakan. On the main dome are traditionally the verses Ihlas-i Serif, the writings were executed with 23-carat gold decoration. Pada kubah utama secara tradisional ayat-ayat Ihlas-i Serif, tulisan-tulisan dieksekusi dengan hiasan emas 23 karat. Usually the color of the background of cobalt blue, dark green, but here was selected, which was used in the mosques from the earlier period very often. Biasanya warna latar belakang hijau kobalt biru, gelap, tapi di sini dipilih, yang digunakan di masjid-masjid dari periode sebelumnya sangat sering. The main colors used are titanium oxide (white), cobalt blue, iron oxide (orange, red) and ocher (yellow), other colors caused by the mixture of these primary colors. Warna-warna utama yang digunakan adalah titanium oksida (putih), kobalt biru, oksida besi (oranye, merah) dan oker (kuning), warna lain yang disebabkan oleh campuran warna-warna primer.
In the embodiment of calligraphy were first sketched on the wall and the dome of the body and width of the lettering with a pencil. Dalam perwujudan kaligrafi pertama kali membuat sketsa di dinding dan kubah tubuh dan lebar tulisan dengan pensil. The thickness of the letters was decided by the distance between the dome and the bottom spot. Ketebalan surat diputuskan oleh jarak antara kubah dan tempat bawah. It should be noted that writing the reader may occur neither too small nor too large. Perlu dicatat bahwa menulis pembaca mungkin terjadi tidak terlalu kecil atau terlalu besar. After that, the context and the motives were added to the script around. Setelah itu, konteks dan motif ditambahkan ke script sekitar. Ultimately, the whole design has been perfected by the main dome up to the pillars or socks up and down about the balance of colors and sizes after several adjustments, piece by piece. Pada akhirnya, seluruh desain telah disempurnakan oleh kubah utama sampai pilar atau kaus kaki atas dan ke bawah tentang keseimbangan warna dan ukuran setelah beberapa penyesuaian, sepotong demi sepotong. The calligraphy of the mosque was run by Mr Hüseyin Kutlu, whose famous teacher of Mr. Hamid Aytaç. Kaligrafi masjid itu dijalankan oleh Bapak Huseyin Kutlu, yang terkenal guru Mr Hamid Aytaç. The painting was designed by Mr. Semih Irtes locally and adapted to the walls and domes and painted. Lukisan itu dirancang oleh Mr Semih Irtes lokal dan disesuaikan dengan dinding dan kubah dan dicat. This is not mentioned here, and the artists, professionals, or plasterers have come from Turkey, only the construction of this mosque in Berlin. Ini tidak disebutkan di sini, dan para seniman, profesional, atau plester datang dari Turki, hanya pembangunan masjid ini di Berlin.
Height problem -View from the Hasenheide on the minarets Tinggi masalah-Melihat dari Hasenheide di menara
Shortly before the opening of the mosque in 2003, measurements of the Neukölln district office revealed that the minaret near the Tempelhof airport instead of the approved height of 28.60 meters now showed a height of 37.10 meters. Sesaat sebelum pembukaan masjid pada tahun 2003, pengukuran dari kantor distrik Neukölln mengungkapkan bahwa menara dekat bandara Tempelhof bukan tinggi disetujui 28,60 meter sekarang menunjukkan ketinggian 37,10 meter. The dome was later retired with a 21.30 meters to 4.10 meters as approved. Kubah itu kemudian pensiun dengan 21,30 meter hingga 4,10 meter yang disetujui. In October 2003 they could agree to “undertake a subsequent healing of the defects of a building by an addendum to the building permit. Pada Oktober 2003 mereka bisa setuju untuk "melakukan penyembuhan berikutnya dari cacat bangunan dengan addendum untuk membangun izin. The builders DITIB was imposed a fine of 80,000 euros. Para pembangun DITIB diberlakukan denda 80.000 euro. A cross-section and a fine of half a million euro could therefore be prevented. Bagian-silang dan denda setengah juta euro sehingga dapat dicegah.
Continue Reading »

Rabu, 03 Maret 2010

Bibi-Heybat Masjid Baku, Azerbaijan Baku

Bibi Heybet Mosque Bibi Heybet Masjid
Bibi Heybat mosque Bibi Heybat masjid
evening come malam datang
And the Light is on in Baku Dan Cahaya ada di di Baku
interior pedalaman
Dome inside Kubah dalam
nice inside baik dalam
The Bibi-Heybat Mosque on the outskirts of Baku Azerbaijan has an unusual history. The-Heybat Masjid Bibi di pinggiran Baku Azerbaijan memiliki sejarah yang tidak biasa. First of all, it was built to honor the sister of the 7th Shiite Imam, Ali, and secondly, when the mosque was destroyed during Stalin's rule, legends arose about a woman wrapped in white disappearing down into the sea who would return when times got better. Pertama-tama, dibangun untuk menghormati adik Imam Syi'ah ke-7, Ali, dan kedua, ketika masjid itu hancur selama's pemerintahan Stalin, legenda muncul tentang seorang wanita terbungkus putih menghilang turun ke laut yang akan pulang ketika kali mendapat lebih baik. The legends that have grown up around the Bibi-Heybat Mosque are examples of how such narratives in the minds of the community can influence reality later on. Legenda yang berkembang di sekitar masalah-Heybat Masjid Bibi adalah contoh bagaimana narasi tersebut dalam pikiran masyarakat dapat mempengaruhi realitas di kemudian hari. A new Mosque has recently been constructed on the same spot and dedicated in July 1998. Sebuah Masjid baru-baru ini telah dibangun di tempat yang sama dan berdedikasi pada bulan Juli 1998.
When foreigners flocked to Baku during its First Oil Boom at the end of the 19th century, they brought their religious beliefs with them. Ketika orang asing berbondong-bondong ke Baku selama yang Pertama Oil Boom pada akhir abad ke-19, mereka membawa kepercayaan agama mereka dengan mereka. Although Azerbaijan was traditionally a Muslim country, the country was open and tolerant of other religious practices including Judaism and Christianity. Meskipun Azerbaijan secara tradisional sebuah negara Muslim, negara itu terbuka dan toleran terhadap praktik agama lain termasuk Yudaisme dan Kristen. The architectural landscape of Baku soon revealed this religious diversity. Pemandangan arsitektur Baku segera mengungkapkan hal ini keragaman agama. Along with palatial residences, community theaters, clubs and music halls, a new wave of mosques, churches and synagogues were built. Seiring dengan tempat tinggal mewah, komunitas teater, klub dan ruang musik, gelombang baru dari masjid, gereja dan sinagog dibangun.
Along with mosques such as the mosque of Mohammad ibn Abu Bakir, Bibi-Heybat mosque, Friday Mosque, Shirvanshah mosque and the Blue mosque. Seiring dengan masjid seperti masjid ibn Muhammad Abu Bakir,-Heybat masjid Bibi, Jumat Masjid, Shirvanshah masjid dan masjid Biru. Other religious sanctuaries included what was known as the Old Church, the Nickolayevski Cathedral, the Spassko-Preobrazhenskaya Church, the German church (Kirke), a Catholic church, and a Jewish synagogue. tempat-tempat suci agama lain termasuk apa yang dikenal sebagai Gereja Lama, Katedral Nickolayevski, the-Preobrazhenskaya Gereja Spassko, gereja Jerman (Kirke), sebuah gereja Katolik, dan rumah ibadat orang Yahudi. Also there were several Armenian churches which still stand today but are closed. Juga ada beberapa gereja Armenia yang masih berdiri hari ini, tapi ditutup.
In the 1930s, Stalin began his campaign to ban religious practices and ordered the widespread destruction of religious buildings. Pada 1930, Stalin mulai kampanye untuk melarang praktik-praktik keagamaan dan memerintahkan penghancuran luas bangunan keagamaan. The first target in Baku was the Bibi-Heybat mosque, followed by the large Alexander Nevski cathedral and several Christian churches which were dynamited shortly thereafter. Sasaran pertama di Baku adalah masjid-Heybat Bibi, diikuti oleh Alexander katedral dan beberapa gereja Kristen Nevski besar yang dynamited segera sesudahnya. Other worship centers were converted into museums or workshops or were used for storage. pusat-pusat ibadah lainnya adalah dikonversi menjadi museum atau workshop atau yang digunakan untuk penyimpanan.
Bibi-Heybat Masjid The Mosque's Origins Masjid's Origins
But the Bibi-Heybat Mosque is unusual in that it is the only religious building that Stalin destroyed, to date, which has been reconstructed. Tapi-Heybat Masjid Bibi tidak biasa dalam hal itu adalah bangunan agama hanya itu Stalin hancur, sampai saat ini, yang telah direkonstruksi. The origins of this mosque go back to 7th century Baghdad. Asal-usul masjid ini kembali ke abad ke-7 Baghdad. During the reign of Caliph Garun-ar Rashid, a dispute occurred between the caliph and the eighth Imam, Ali ibn Musa. Selama masa pemerintahan khalifah-ar Rashid Garun, perselisihan terjadi antara khalifah dan Imam kedelapan, Ali bin Musa. As a result, the Imam's family and friends were persecuted and fled Baghdad in fear of their lives. Akibatnya, Imam keluarga dan teman-teman dianiaya dan melarikan diri Baghdad dalam ketakutan hidup mereka. The Imam went to the province of Khorasan (Iran) and settled in a small village. Imam pergi ke provinsi Khorasan (Iran) dan menetap di sebuah desa kecil. After he died, he was buried there as a martyr for the faith. Setelah ia meninggal, ia dikuburkan di sana sebagai martir karena iman. His tomb became a pilgrimage site for Shiite Muslims. Makamnya menjadi tempat ziarah bagi Muslim Syiah. Soon the city of Mashad grew up around it which today has become one of the major religious centers for Shi'ites, after Mecca (Saudi Arabia) and Karbala (Iraq). Segera kota Mashad tumbuh di sekitarnya yang hari ini telah menjadi salah satu pusat keagamaan utama Syiah, setelah Mekkah (Arab Saudi) dan Karbala (Irak).
Allegedly, the Imam's sister, Okuma Khanim (Mrs. Okuma), fled to Baku and, in order not to attract attention, settled along the shore of the Caspian Sea. Diduga, Imam kakaknya, Okuma Khanim (Mrs Okuma), melarikan diri ke Baku dan, agar tidak menarik perhatian, menetap di sepanjang pantai Laut Kaspia. There she led the life of a holy woman. Di sana ia memimpin kehidupan seorang wanita suci. After her death, the people erected a small crypt over her grave. Setelah kematiannya, orang-orang mendirikan crypt kecil di atas kuburnya. Years passed, and rumors about the grave of a holy woman from Mohammad's family spread throughout the East. Tahun berlalu, dan rumor tentang kuburan seorang wanita suci dari keluarga Muhammad spread di seluruh Timur. The site was declared a “pir,” or holy place. Situs ini dinyatakan sebagai "pir," atau tempat suci.
Religious people, particularly sheiks, began to settle near the site and the village was given the name Sheikhovo and later Shikhovo. Orang beragama, khususnya sheiks, mulai menetap di dekat situs tersebut dan desa diberi nama Sheikhovo dan kemudian Shikhovo. Pilgrims from distant Muslim countries were said to have come to visit Okuma Khanim's grave. Peziarah dari negara-negara Muslim jauh dikatakan telah datang untuk mengunjungi makam Khanim Okuma.
Eventually, a small mosque was built with one room which had an inscription that read: “Built by Mahmud ibn Saad.” Another plaque indicated that the mosque had been built between 663 and 665 (Hazri) or 1264-1266 according to the Western calendar. Akhirnya, sebuah masjid kecil yang dibangun dengan satu kamar yang memiliki tulisan yang berbunyi: "oleh Mahmud bin Saad. Built" menunjukkan plak lain bahwa masjid itu telah dibangun antara 663 dan 665 (Hazri) atau 1264-1266 menurut kalender Barat .
The interior of the mosque was decorated with blue tile. Bagian dalam masjid dihiasi dengan ubin biru. A crystal lamp was suspended from the ceiling. Sebuah lampu kristal tergantung dari langit-langit. When the strong Baku winds started to blow, the crystals would hit against each other and make tinkling sounds. Ketika Baku angin kencang mulai bertiup, kristal akan memukul terhadap satu sama lain dan membuat suara denting. The mosque had a 20-meter-high minaret from which the “ozan” used to call out the invitation to prayer. Masjid ini memiliki meter tinggi menara 20 dari mana "Ozan" digunakan untuk memanggil undangan untuk doa. Forty stone steps led from the mosque to the nearby pier where foreign ships docked. Empat puluh tangga batu dipimpin dari masjid ke dermaga terdekat di mana kapal-kapal asing berlabuh.
The name given to the mosque was Bibi-Heybat because in those days it was not proper to call a woman by her first name. Nama yang diberikan ke masjid itu Bibi-Heybat karena pada hari-hari itu tidak tepat untuk memanggil seorang wanita dengan nama pertamanya. Okuma Khanim had a devoted servant named Heybat. Okuma Khanim memiliki hamba setia bernama Heybat. In Azeri “bibi” means “aunt,” so calling the mosque “Bibi-Heybat” was the same as saying “the mosque of Heybat's aunt,” rather than blatantly saying, “Okuma Khanim's Mosque.” Dalam Azeri "Bibi" berarti "bibi," sehingga menyebut masjid "Bibi-Heybat" adalah sama dengan mengatakan "masjid Bibi Heybat," daripada terang-terangan berkata, "Khanim Masjid Okuma."
In 1903, an artist made a painting of the mosque. Pada tahun 1903, seorang seniman membuat lukisan dari masjid. An Englishman liked it and persuaded the artist to sell it to him. Sebuah Inggris menyukainya dan membujuk seniman untuk menjualnya kepadanya. But, allegedly, the famous Azerbaijani Oil Baron Taghiyev found out and bought back the painting from the Englishman so that it could stay in Azerbaijan. Tapi, diduga, Azerbaijan terkenal Minyak Baron Taghiyev menemukan dan membeli kembali lukisan dari Inggris sehingga bisa tinggal di Azerbaijan. During the Bolshevik Revolution (1920) when all of the Taghiyev's property was confiscated, the painting disappeared. Selama Revolusi Bolshevik (1920) ketika semua Taghiyev's properti itu disita, lukisan itu menghilang. Then 44 years later in 1964 and after Stalin had died, someone anonymously donated the painting to the Art Museum of Azerbaijan. Kemudian 44 tahun kemudian pada tahun 1964 dan setelah Stalin meninggal, seseorang anonim menyumbangkan lukisan itu ke Museum Seni Azerbaijan. Today, it is still on exhibit there. Hari ini, masih di pameran di sana.
Blowing Up the Mosque Hembusan Up Masjid yang
Legend has it that the thick walls of the Bibi-Heybat Mosque were not easy to destroy. Legenda mengatakan bahwa dinding tebal-Heybat Masjid Bibi tidak mudah rusak. The minaret also caused a lot of trouble. menara ini juga menyebabkan banyak masalah. In order to blow it up, they had to dynamite it twice. Dalam rangka meledakkannya, mereka harus dinamit dua kali. At least, that's what they say. Setidaknya, itulah apa yang mereka katakan.
Another strange phenomenon is associated with the mosque. Fenomena lain yang aneh dikaitkan dengan masjid. Two nights after it was demolished, the people of the village had trouble sleeping, outraged that their holy place had been desecrated. Dua malam setelah itu dibongkar, masyarakat desa itu sulit tidur, marah karena tempat suci mereka telah dinodai. When dawn broke, hearing shouts and a loud crash, they ran to the mosque. Ketika fajar menyingsing, mendengar teriakan dan kecelakaan keras, mereka berlari ke masjid. A Red Army soldier, who was supposed to be guarding the remnants of the mosque, stood there with eyes wide open in horror, pointing to the sea and shouting something unintelligible. Seorang prajurit Tentara Merah, yang seharusnya menjaga sisa-sisa masjid, berdiri di sana dengan mata terbuka lebar ngeri, menunjuk ke laut dan berteriak sesuatu dipahami. Where he pointed, the people could see a woman wrapped in a white veil walking down to the sea. Di mana dia menunjuk, orang-orang bisa melihat wanita dibungkus dengan kerudung putih berjalan ke laut. The vision of the woman disappeared into the red rays of the rising sun and the glistening water. Visi perempuan itu menghilang ke dalam sinar merah matahari terbit dan air berkilau. At least, that's how the legend goes. Setidaknya, begitulah legenda berjalan. An old man whispered: “She is sure to come back! Seorang pria tua berbisik: "Dia pasti akan datang kembali! She'll return in better times.” Dia akan kembali pada kali lebih baik. "
The soldier went on to describe how he had been awakened by the sound of stones crashing down on one another. Tentara itu kemudian menjelaskan bagaimana ia telah terbangun oleh suara batu runtuh pada satu sama lain. It was as if someone were moving them. Seolah-olah ada seseorang yang memindahkan mereka. Then he had seen the tiny thin form of a woman dressed in white rising from the rubble. Lalu ia telah melihat bentuk tipis kecil seorang wanita berpakaian putih naik dari reruntuhan. When she passed by him, he could detect the smell of fresh roses. Ketika ia lewat, ia bisa mendeteksi bau mawar segar. (In Azerbaijan, it is customary to wash the hands and face of the deceased with gulab or rosewater.) (Di Azerbaijan, adalah kebiasaan untuk mencuci tangan dan wajah almarhum dengan gulab atau air mawar.)
Yet another legend says that the soldiers who were involved in Bibi-Heybat's destruction died in freak accidents. Namun legenda lain mengatakan bahwa tentara yang terlibat dalam penghancuran-Heybat's Bibi meninggal dalam kecelakaan aneh. One of them allegedly drowned, another died when a boulder fell on his head, a third one was electrocuted. Salah satu dari mereka diduga tenggelam, yang lain meninggal ketika batu besar jatuh di kepalanya, satu ketiga listrik.
While it may be difficult to separate fact from fiction, it's clear that Bibi-Heybat has remained significant to the Azerbaijani people. Meskipun mungkin sulit untuk memisahkan fakta dari fiksi, jelas bahwa Bibi-Heybat tetap signifikan kepada orang-orang Azerbaijan. Maybe these stories were created to cope with the disturbing fact that their holy place had been desecrated and it was their way of revenging the destruction and creating a mental construct of justice when they could not, indeed, retaliate and defend their faith in reality. Mungkin cerita ini diciptakan untuk mengatasi kenyataan mengganggu tempat suci mereka telah dinodai dan itu adalah cara mereka revenging kehancuran dan menciptakan mental membangun keadilan ketika mereka tidak bisa, memang, membalas dan mempertahankan iman mereka dalam kenyataan.
But what is curious today is that more than 60 years after its destruction, the Bibi-Heybat Mosque has been rebuilt. Tapi apa yang aneh hari ini bahwa lebih dari 60 tahun setelah kehancuran,-Heybat Masjid Bibi telah dibangun. A dedication ceremony, attended by President Heydar Aliyev, was held on July 11, 1997. Sebuah upacara peresmian, dihadiri oleh Presiden Heydar Aliyev, diselenggarakan pada tanggal 11 Juli 1997. Regardless of whether the stories are true or not, clearly the fact that the mosque had lived on in the memories of the Azerbaijani people through legends has clearly contributed to making the building become a reality once again. Terlepas dari apakah cerita itu benar atau tidak, jelas kenyataan bahwa masjid telah tinggal di dalam kenangan orang-orang Azerbaijan melalui legenda telah jelas memberikan kontribusi untuk membuat bangunan menjadi kenyataan sekali lagi. Could it be, as predicted, that better times really have returned?- Azad Sharifov is head of the Journalism Department of the Higher Diplomacy College of Azerbaijan. Mungkinkah, sebagaimana diramalkan, bahwa kali lebih baik benar-benar telah kembali -? Azad Sharifov adalah kepala Departemen Jurnalisme dari Tinggi Diplomasi College of Azerbaijan. - ( http://azer.com/aiweb/categories/magazine/63_folder/63_articles/63_bibiheybat.html) - (Http://azer.com/aiweb/categories/magazine/63_folder/63_articles/63_bibiheybat.html)
Continue Reading »

Senin, 01 Maret 2010

Masjid Sheikh Zayed - Masjid Agung Abu Dhabi, Abu Dhabi Uni Emirat Arab

Abu Dhabi Grand Mosque Masjid Agung Abu Dhabi
Sheikh Zayed Mosque Sheikh Zayed Mosque
White Dome... Putih Dome ...
wondefrul Tile wondefrul Tile
Water in the Desert Air di Desert
"expensive" Interior "Mahal" Interior
Just nothing to say Hanya ada yang mengatakan
Night in Abu Dhabi Grand Mosque Malam di Abu Dhabi Masjid Agung
You just find it in Abu Dhabi Grand Mosque Anda hanya menemukannya di Abu Dhabi Masjid Agung
Light will Guide You Cahaya akan Panduan Anda
Sheikh Zayed Mosque / Masjid Sheikh Zayed (Arabic: مسجد الشيخ زايد) in Abu Dhabi is the largest mosque in the United Arab Emirates and the eighth largest mosque in the world. Sheikh Zayed Mosque / Masjid Sheikh Zayed (Arab: مسجد الشيخ زايد) di Abu Dhabi merupakan masjid terbesar di Uni Emirat Arab dan masjid terbesar kedelapan di dunia. It is named after Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, the founder and the first President of the United Arab Emirates, who is also buried there. Hal ini dinamai Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, pendiri dan Presiden pertama Uni Emirat Arab, yang juga dimakamkan di sana. The mosque was officially opened in the Islamic month of Ramadan in 2007. Masjid ini secara resmi dibuka pada bulan Ramadhan tahun 2007.
The Abu Dhabi Tourism Authority announced that tours of the mosques will be given to both Muslims and non-Muslims beginning in mid-March 2008 in order to promote cultural and religious understanding. Abu Dhabi Tourism Authority mengumumkan bahwa tur masjid akan diberikan kepada kedua awal Muslim dan non-Muslim di pertengahan Maret 2008 dalam rangka untuk mempromosikan pemahaman budaya dan agama.
The design of the Sheikh Zayed Mosque has been inspired by Mughal and Moorish mosque architecture, the Badshahi Mosque in Lahore and the Hassan II Mosque in Casablanca being direct influences. Desain dari Sheikh Zayed Masjid telah terinspirasi oleh Mughal dan arsitektur masjid Moor, Masjid Badshahi di Lahore dan Masjid Hassan II di Casablanca yang pengaruh langsung. The dome layout and floorplan of the mosque was inspired by the Badshahi Mosque and the architecture was inspired by both Mughal and Moorish design. Tata letak dan floorplan kubah masjid ini terinspirasi oleh Masjid Badshahi dan arsitektur tersebut terinspirasi oleh Mughal dan desain Moor. Its archways are quintessentially Moorish and its minarets classically Arab. lengkungan nya adalah dasarnya Moor dan menara yang klasik Arab. The design of the mosque can be best described as a fusion of Arab, Mughal and Moorish architecture. Desain masjid bisa menjadi yang terbaik digambarkan sebagai perpaduan dari Arab, Mughal dan arsitektur Moor.
The Mosque is large enough to accommodate 40,000 worshippers. Masjid cukup besar untuk menampung 40.000 jamaah. The main prayer hall can accommodate up to 9,000 worshippers. Ruang sholat utama dapat menampung hingga 9.000 jamaah. Two rooms next to the main prayer hall, with a 1,500-capacity each, are for the exclusive use of women. Dua kamar di samping ruang doa utama, dengan kapasitas 1.500-masing-masing, adalah untuk penggunaan eksklusif perempuan.
There are four minarets on the four corners of the mosque which rise about 115 m (380 ft) in height. Ada empat menara pada empat sudut masjid yang meningkat sekitar 115 m (380 kaki) tingginya. There are 57 domes covering the outside yard and the main building as well. Ada 57 kubah meliputi halaman luar dan bangunan utama juga. The domes are decorated with white marble and the interior decoration is made of marble. Kubah dihiasi dengan marmer putih dan dekorasi interior yang terbuat dari marmer. The courtyard is paved with floral marble designs and measures about 17,000 m 2 (180,000 sq ft). halaman ini ditaburi dengan desain marmer bunga dan ukuran sekitar 17.000 m 2 (180.000 sq ft).
The Sheikh Zayed Mosque made some world records: Sheikh Zayed Masjid membuat beberapa rekor dunia:
  • The carpet laid out on the vast expanse is the “World's Largest Carpet” made by Iran's Carpet Company and designed by Iranian artist Ali Khaliqi. Karpet diletakkan di hamparan luas adalah "Terbesar di Dunia Karpet" buatan Iran Karpet Perusahaan dan didesain oleh seniman Iran Ali Khaliqi. This carpet measures 5,627 m 2 (60,570 sq ft), and was made by around 1,200 weavers, 20 technicians, and 30 workers. karpet ini mengukur 5.627 m 2 (60.570 kaki persegi), dan dibuat oleh sekitar 1.200 penenun, 20 teknisi, dan 30 pekerja. The weight of this carpet is 47 tons – 35 tons of wool, and 12 tons of cotton. Berat karpet ini adalah 47 ton - 35 ton wol, dan 12 ton kapas. There are 2,268,000 knots within the carpet. Ada 2.268.000 knot dalam karpet.
  • This mosque also holds the largest chandelier. Masjid ini juga memegang lampu terbesar. There are seven imported chandeliers from Germany and are copper and gold-plated. Ada tujuh lilin diimpor dari Jerman dan tembaga dan emas berlapis. The largest chandelier has a 10 m (33 ft) diameter and a 15 m (49 ft) height. Lampu gantung terbesar ini memiliki 10 m (33 kaki) diameter dan 15 m (49 ft) tinggi.
Both of these records were previously held by the Sultan Qaboos Grand Mosque in Oman. Kedua catatan sebelumnya dipegang oleh Sultan Qaboos di Oman Masjid Agung.
Continue Reading »